Entri Populer

Selasa, 19 Juli 2011

Poetry Hujan : Rindu

Rindu ini kembali tersumbat
Tenggelam dalam rinaian hujan tak berpelangi
Terenyuh dalam gumpalan awan tanpa gerimis

Aku mulai lelah melukis guratan senyummu
Yang kian bias tersapu  gemericik hujan
Kian tenggelam jauh ke dasar lautan

Lama tak terlihat
Suaramu semakin sayup terdengar
Wajahmu semakin buram terlihat

Perih
Tapi tak dapat berkata
Karena hujan telah menjadikan lautan bergelombang
Karena mentari telah menjadikan terik menjadi api

Bahkan terlambat
Kakimu terlalu jauh melangkah
Tanganmu terlalu erat menggenggam bara
Sedang aku masih merangkak
Menggeliat tak tahu arah

kini sepi terlalu jauh menghampiri
mendung terlalu pekat menyelimuti
bahkan hujan terlalu deras menghiba
sedang aku masih termangu
mengharap mentari kembali bercahaya
meski aku tahu
ombak kian bebas menghempas badai 




Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis


3 komentar:

  1. terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan...^^

    *kerinduan menyebabkan kepedihan,semoga rindu itu berbalas...

    BalasHapus
  2. Aminn Ya Robb..

    sama-sama mba...
    :)

    BalasHapus
  3. wajahmu semakin buram ..wooh semoga menang puisi hujannya :) ..

    BalasHapus